Perseroan Terbatas atau Perseroan Komanditer ?

Dalam artikel sebelumnya telah sedikit saya ceritakan tentang karakteristik badan usaha CV (Perseroan Komanditer). Pendirian CV tentunya lebih sederhana dibandingkan dengan pendirian PT (Perseroan Terbatas). Baik dari segi persyaratannya maupun dari segi proses pembuatannya. Pendirian CV (Perseroan Komanditer) lebih cepat dibandingkan dengan proses pendirian badan usaha PT (Perseroan Terbatas). Semua itu karena proses pendirian CV hanya dilakukan di pengadilan tinggi di kota dimana CV itu didirikan (Sebagai contoh pendirian CV di kota Surabaya maka pendaftaran cukup dilakukan di pengadilan tinggi Surabaya saja) sedangkan pendaftaran PT (Perseroan Terbatas) dilakukan di kementerian hukum dan HAM yang berada di Jakarta. Nah bagaimana dengan biaya pendirian CV atau biaya pendirian PT? Hal ini disesuaikan dengan biro jasa dimana tempat anda mengurus pendirian PT (perseroan terbatas) atau CV (perseroan komanditer) tersebut. Lalu apakah CV (perseroan komanditer) memiliki kelebihan? Atau bahkan memiliki kelemahan dibandingkan PT (perseroan terbatas)? Kali ini saya tidak akan menilai apakah pendirian CV lebih baik dibandingkan pendirian PT atau sebaliknya. Sekedar informasi saja bahwa pendirian CV biaya akan lebih murah dibandingkan dengan pendirian PT (akan saya jelaskan di artikel selanjutnya). Dari segi modal awal  pendirian  CV (modalnya lebih kecil dibandingkan modal awal pendirian PT (Perseroan Terbatas). Di dalam CV terdapat persero aktif dan persero komanditer, dimana persero aktif bertanggung jawab sampai harta pribadinya, sedangkan persero komanditer hanya bertanggung jawab sebatas harta yang di setorkan di awal pendirian CV.

Salah satu sisi minus dengan CV adalah nama CV yang dipakai masih bisa dipakai oleh CV lainnya. Disinilah ada  salah satu sisi keunggulan dari pendirian PT (Perseroan Terbatas) adalah nama yang sudah terdaftar di kementerian hukum dan HAM sudah tidak bisa digunakan lagi oleh perusahaan lain yang ingin menggunakan nama yang sama. Perseroan komanditer bukanlah badan hukum sedangkan Perseroan Terbatas adalah badan usaha yang berbadan hukum. Dalam perseroan terbatas, direktur bertanggung jawab penuh terhadap kinerja operasional perusahaan, tetapi tidak bertanggung jawab sampai dengan harta pribadi. Perseroan Terbatas memiliki harta yang terpisah dengan harta jajaran komisaris. Bila perusahaan tidak mampu membayar hutang, maka perusahaan bisa dinyatakan pailit.

Nah salah satu alasan mengapa lebih disarankan untuk mendirikan PT (Perseroan Terbatas) dibandingkan CV (Perseroan Komanditer), karena banyak perusahaan-perusahaan besar seperti Unilever Indonesia memilih bekerja sama dengan perusahaan yang berstatus Perseroan Terbatas. Karena perusahaan yang berstatus PT (perseroan terbatas) dianggap lebih serius menjalankan usaha dan dianggap memiliki modal yang lebih banyak dibandingkan perusahaan yang berstatus perseroan komanditer (CV). Oleh sebab itu mana yang lebih baik? Semuanya kembali lagi kepada profil masing-masing individu.

Bingung Dengan Persiapan Pendirian Usaha ?

 

contract

Sejak terbitnya buku “Cashflow Quadrant”, banyak dari individu mulai sadar bahwa menjadi karyawan bukanlah satu-satunya pilihan untuk mendapatkan penghasilan tetapi ada pilihan-pilihan lain yang memberi harapan kepada setiap individu untuk merubah nasib. Ada pilihan menjadi menjadi seorang profesional, ada juga pilihan menjadi seorang wiraswasta atau pebisnis, bahkan ada pilihan menjadi Investor. Saya tidak dalam posisi menilai pilihan satu lebih baik dari pilihan lainnya. Itu semua kembali ke profil masing-masing individu. Bagi saya pribadi, banyak sekali orang-orang yang berhasil menghasilkan uang dengan berbagai cara ataupun profesi. Nah bagi anda yang ingin membuka usaha tentunya mengalami sebuah kebingungan yang baru. Disebabkan karena terlalu banyak pilihan jenis usaha baik bisnis barang ataupun jasa. Saat anda sudah memilih antara menjual barang ataupun jasa, anda akan dihadapkan lagi dengan pilihan bentuk badan usaha. Mungkin  beberapa pertanyaan sempat terlintas di pikiran anda

“Enaknya bikin PT atau CV ya?”

“Berapa biaya pendirian PT?”

“Berapa biaya pendirian CV?“

“Bagaimana cara mendirikan PT?”

“Apa saja syarat pendirian PT atau CV?”

“Mana lebih cocok bagi usaha awal saya, PT atau CV?”

“Syarat pendirian PT atau CV itu apa saja?”

Kebanyakan orang mengalami kebingungan saat pertama kali ingin membuka usaha, karena banyak sekali pilihan-pilihan dalam membuka usaha. Antara PT dan CV tentunya sama bagusnya, tinggal disesuaikan saja dengan profil anda masing-masing.

Dalam artikel ini saya sedikit akan memberikan beberapa informasi tentang pendirian PT dan pendirian CV.

Saya awali dengan menerangkan terlebih dahulu apakah CV itu?  Dalam bahasa sehari-hari di Indonesia kita mengenal CV sebagai Perseroan Komanditer.

PERSEROAN KOMANDITER (C.V.) – Pasal  19 – 21 KUHD

Perolehan Aset                   :  Modal sendiri/ pendiri/para sekutu

Maksud dan Tujuan            :  Perdagangan/Industri/Jasa (sepanjang tidak ditentukan

dalam bentuk Badan Usaha lain)

Karakteristik                       :  Didirikan oleh 2 (dua) orang atau lebih

 

Ada 2 (dua) macam Pesero

1. Pesero Komplementer (Pesero Aktif)

- yang mengurus Perseroan (mewakili Perseroan)

- Selain melepas uang (modal), juga memberikan

waktu, tenaga dan pikirannya (mengurus

Perseroan)

- Bertanggung jawab sampai harta pribadi

2. Pesero Komanditer (Pesero Pasif)

- Tidak mengurus Perseroan

- Hanya melepas uang saja (modal)

- Tidak bertanggung jawab sampai harta pribadi

- Namanya tidak boleh dipakai dalam Perseroan

( melanggar ketentuan diatas, berlaku ketentuan \

pasal 21)

- Jangka Waktu tidak terbatas (dibatasi atas kemauan

sendiri)

- Dapat mempunyai Cabang yang ditentukan oleh

pengurus

- Tanggung jawab/pembagian keuntungan/kerugian

sesuai dengan pemasukan jumlah modal dalam

Perseroan;

- Besar modal ditentukan sendiri (nampak pada

pembukuan)

KETERANGAN LAIN

Didirikan dengan akta Notaris

Isi Anggaran Dasar CV (Pasal 26)

Pembubaran CV, pengunduran diri/pemberhentian  persero, memperpanjang jangka waktu, perubahan- perubahan lainnya, harus dilakukan dengan akta otentik dan didaftarkan di Pengadilan Negeri setempat; (Pasal 31)